AITF
Berita AITF Terkini

Akselerasi Solusi AI Sektor Publik, Komdigi dan Universitas Brawijaya Gelar Workshop 1 AITF Batch 2 untuk Dukung Program Sekolah Rakyat

Education • 06 Oct 2026 • By Admin Konten • 150 views
--> Akselerasi Solusi AI Sektor Publik, Komdigi dan Universitas Brawijaya Gelar Workshop 1 AITF Batch 2 untuk Dukung Program Sekolah Rakyat

MALANG, 6 OKTOBER 2026 – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) melalui Pusat Pengembangan Talenta Digital resmi membuka Workshop 1 Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) Batch 2 Tahun 2026 di Auditorium Algoritma Gedung FILKOM Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur (5–6/10/2026).

Kegiatan kolaboratif ini diselenggarakan untuk mengakselerasi pembentukan talenta digital terampil berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) sekaligus mengembangkan solusi teknologis bagi kebutuhan prioritas pemerintah, khususnya pada lingkungan Sekolah Rakyat di bawah naungan Kementerian Sosial RI (Kemensos).

Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi, Gunawan Hutagalung, menyatakan bahwa program AITF tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas akademik, melainkan pada pembentukan kompetensi terapan (customized skills) yang berbasis studi kasus riil.

“Ijazah dan transkrip akademik kini perlu diperkuat dengan sertifikasi kompetensi serta pengalaman praktis. Melalui program AITF, para peserta dibimbing untuk menghasilkan prototipe teknologi yang siap diimplementasikan secara langsung di lapangan. Ke depan, Komdigi berupaya mengembangkan AITF Center sebagai institusi berkelanjutan untuk mendorong adopsi AI di berbagai sektor publik,” tegas Gunawan.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Tri Astoto Kurniawan, menyambut baik keberlanjutan kerja sama ini dan menekankan pentingnya kemitraan strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi.

“Sinergi ini memberikan eksposur riil bagi para mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat. Universitas Brawijaya berkomitmen mendukung keberlanjutan ekosistem AITF guna melahirkan lulusan unggul yang memiliki kesiapan kerja tinggi,” ujar Tri Astoto.

Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Kementerian Sosial RI, Ujang Taofik Hidayat, menjelaskan bahwa penerapan teknologi AI sangat strategis dalam memperkuat tata kelola dan pengawasan di lingkungan Sekolah Rakyat. Fokus utama pengembangan meliputi mitigasi tiga dosa besar pendidikan—yakni perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi—melalui otomatisasi pemantauan dan sistem peringatan dini.

Selama dua hari penyelenggaraan workshop, para peserta yang terbagi dalam enam tim teknis (SR 1 hingga SR 6) berfokus menyusun kerangka kerja dan pengembangan modul AI, antara lain:

  1. Pengembangan Aset Visual dan Audio (Tim SR 1): Pembuatan avatar dan materi visual pendukung pembelajaran.

  2. Otomatisasi Konten Pembelajaran (Tim SR 2 & SR 3): Penyusunan modul interaktif berbasis Kurikulum Merdeka bagi jenjang SD hingga SMA.

  3. Sistem Pengawasan Cerdas / Early Warning System (Tim SR 4): Analisis pemantauan CCTV untuk identifikasi kondisi lingkungan dan potensi tindakan menyimpang.

  4. Asisten Belajar Interaktif / Chatbot Tutor (Tim SR 5): Pengembangan conversational AI sebagai sarana konsultasi dan pendampingan belajar siswa.

  5. Integrasi Sistem dan Dashboard Utama (Tim SR 6): Penggabungan seluruh modul AI ke dalam satu platform dashboard admin terpadu.

Rangkaian pengerjaan Minimum Viable Product (MVP) AITF Batch 2 ditargetkan rampung dan siap diuji coba secara penuh pada akhir November 2026