AITF
Berita AITF Terkini

Perkuat Ekosistem AI, BPSDM Komdigi dan JICA Resmikan Kerja Sama Program "Next-Gen AI Talent Factory"

Technology • 29 Apr 2026 • By Admin Konten • 5 views
--> Perkuat Ekosistem AI, BPSDM Komdigi dan JICA Resmikan Kerja Sama Program "Next-Gen AI Talent Factory"

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) resmi memperkuat sinergi internasional dalam pengembangan kecerdasan buatan. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya agenda finalisasi dan penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) Technical Cooperation Program (TCP) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) di Gedung Pusbang Talenta Digital, Jakarta, pada Senin (28/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini menjadi tonggak penting dalam persiapan implementasi proyek bertajuk "The Project for Next-Gen AI Talent Factory" (AITF). Kerja sama ini dirancang untuk menciptakan ekosistem talenta AI yang kompetitif melalui panduan teknis yang telah disusun secara intensif selama beberapa bulan terakhir.

Mekanisme Strategis dan Tata Kelola Program

Dalam dokumen MoM yang disepakati, kedua belah pihak menekankan pentingnya tata kelola yang efektif untuk menjamin keberlanjutan program. Beberapa poin krusial yang disepakati meliputi:

  • Pembentukan Joint Coordination Committee (JCC): Berfungsi sebagai pengawas agar program berjalan efektif dan efisien.
  • Struktur Organisasi Proyek: Penunjukan Project Director dan Project Manager yang bertanggung jawab atas aspek administratif maupun teknis.
  • Kolaborasi Tenaga Ahli: JICA akan menyediakan tenaga ahli (experts) sesuai kebutuhan proyek, sementara Komdigi akan menunjuk Project Officials untuk koordinasi langsung, termasuk peran Program Design and Monitoring Lead serta Stakeholder Engagement Lead.
  • Keberlanjutan dan Evaluasi: Kerja sama ini berlaku selama tiga tahun terhitung sejak 2026, dengan mekanisme monitoring dan evaluasi berkala setiap tiga bulan guna menjaga kualitas pelaksanaan program.

Proses penandatanganan dilakukan oleh Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital mewakili BPSDM Komdigi dan Masao Shino selaku Director, Office for Science Technology and Information, and Digital Transformation dari pihak JICA.

Fokus pada Perlindungan Anak dan Etika AI

Selain agenda penandatanganan, pertemuan ini juga membahas integrasi regulasi perlindungan anak dalam pengembangan solusi digital. Tim teknis mendiskusikan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Tunas sebagai turunan UU ITE untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Beberapa poin penting dalam diskusi tersebut meliputi:

  • Klasifikasi Konten Berbasis Usia: Pentingnya penyesuaian konten AI dengan tahapan perkembangan anak, mulai dari kategori usia di bawah 7 tahun hingga remaja 17 tahun.
  • Sistem Rating: Penggunaan referensi seperti Indonesia Game Rating System (IGRS) dan Lembaga Sensor Film (LSF) sebagai acuan dalam klasifikasi konten berbasis AI.
  • Safety by Design: Prinsip pengembangan solusi digital yang mengutamakan keamanan dan privasi sejak tahap awal desain (privacy by default).

Mediodecci Lustarini dari pihak PRD menekankan bahwa implementasi moderasi konten berbasis PP Tunas harus lebih menyeluruh, mencakup verifikasi usia dan peran orang tua, bukan sekadar pelabelan konten negatif secara umum.

Kerja sama antara BPSDM Komdigi dan JICA ini diharapkan tidak hanya melahirkan talenta AI yang mahir secara teknis, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi digital yang aman, etis, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.